Archive by Author

SURAT..

Saya sudah dua kali membaca surat itu.. Surat yang ditulisnya.. Dan kemarin Dia datang… setelah mandi dan makan siang surat itu diberikanya padaku.

Kubuka… kubaca… dan akhirnya air mata itu berlinang dipipi..

Setiap kata bagiku teramat sederhana dan biasa, tapi entah mengapa mampu membuat hati ini hancur dan merasakan kegetiranya saat berada jauh dariku..

Tumbang Olong 14 Desember 2009

Dear Istriku..
Sore ini aku baru selesai mandi. Sambil tiduran di kursi rumah jabatan camat, segera aku dengarkan lagu Selalu Denganmu punya Tompi. Jauh dipulau seberang apalagi berada jauh darimu kangen ini tak bisa kugambarkan. Ada kabar kalau hari ini sinyal XL sudah aktif. Tapi aku tunggu sampai sore ini juga belum ada kabar.
Istriku lagi ngapain..??

Istriku nun jauh disana…
Saat ini sudah malam. Jam sudah menunjukan pukul 22.37 WIB aku akan berangkat tidur. Dari E90 ini sengaja aku pilih lagu-lagu cinta
pengantar tidur. Agar aku selalu mengingatmu. Aku bayangkan sedang mendengarkan gelombang 101.3 Prosalina Radio. Dalam bayanganku, malam ini kamu sedang di ruang siar, mengawal simponi malam sebagaimana kamu biasanya menemani para pendengarmu. Kubayangkan suaramu yang melenakan itu. Oh iya.. aku juga sedang membanyangkan saat-saat aku menjemputmu pulang malam setelah siaran.

Istriku, pelita hidupku…
Malam ini aku coba mencari gambaranmu. dari koleksi foto-foto di E90 ini, sengaja kurangkai senyumu itu. Kamu itu kadang lucu ya..Ada fotomu dengan boneka anjing dikepala. Aku lupa itu.. kamu foto dimana?

Istriku…
seharusnya malam ini kamu ada disini disampingku.. Menikmati bintang-bintang yang sengaja kutabur dikegelapan malam. Seperti masa lalu yang tak pernah kita nikmati bersama. sepi disini semakin menyadarkanku arti dirimu.

Istriku..
Hari ini hari sabtu. Mungkin senin aku sudah bisa pulang. aku akan hadir dihadapanmu dengan rindu yang membuncah. Tunggu aku dengan dekap eratmu…

Ya.. SURAT itu dari SUAMIKU…

Lom ada judul

Gak kehitung berapa lama sudah saya gak pernah nyambangi catatan kecil ini. Sibuk..? gak terlalu sih. Gak ada ide..? gak juga, banyak malah sebenrnya. :) ya itulah saya yang moody bangget.

Sekarang saya datang lagi, mencoba kembali menulis lembaran baru didalam blog ini. Oh ya.. saya sedikit kurang enak hati sebenarnya, tapi gak papa kok.

Ngomongin penyakit hati emang susah2 gampang obatnya hehe… Kalau saya sih biasanya berserah diri, mencoba ikhlas meski harus terus belajar dan terus optimis melihat kedepan. Cie…bahasanya Bu…! Oh ya tarik nafas panjaaaang juga efektif secara cepat dan tepat mengatur esmosi kita lo hehehe…

Itu menurut saya.. kalau anda gimana..? boleh di share loh..

Mahal..?? gak perduli..

Satu yang berharga kalau hidup jauh di pedalaman yaaa..makan buah dan sayur..!

Bagi saya yang suka sekali makan buah dan sayuran hijau kadang harus rela absen untuk bisa menikmati segarnya kedua jenis makanan itu. Kapal yang jadi saranan satu-satunya pergerakkan ekonomi terkadang tidak bisa sampai tempat kami karena sungai surut. kalau sudah begitu yang namanya sayuran apalgi buah bakalan jarang tersedia. Kalau untuk sayur yang selalu ada tersedia cuma satu yaitu..pucuk jawaw atau daun singkong. Tapi masa mau makan itu terus tiap hari..?! kalau buah biasanya satu minggu sekali pas ada pasar minggu baru ada. Alhasil saya harus nitip dibelikan buah-buahan kalau ada tetangga atau teman kerja suami yang turun ke kabupaten. Wah rasanya selangit kalau pesanan saya ada di depan mata hehehe..Mahal..? memang..! tapi semua itu terbayar dengan kenikamatan rasa segarnya buah-buahan.

Sedikit share ya..buah yang fotonya saya sertakan ini saya beli pas saya dan suami turun ke Puruk Cahu. Semuanya total Rp 79.000 dengan rincian jeruk isi 6 biiji Rp 15.000, mangga 2 buah dengan timbangan gak sampe 1  kg Rp 22.000, anggur gak sampe 1 kg Rp 41.000.

Daaaa semuanya saya dan suami habiskan hanya dalam hitungan jam saja :)

Oooh…Sinyal…!!

Hampir 10 hari sinyal di desa saya tinggal hilang. Bagi saya yang hiburan satu-satunya ‘ngenet’ jelas kelimpungan dengan kenyataan yang kayak gitu. Lebih baik mati lampu daripada gak ada sinyal hehehe..

Memang saat ini sesuatu jadi lebih sangat2 berarti. Dulu waktu belum jaman handphone saya atau anda tetap bisa hidup dan berinteraksi bukan..?! Tapi saat ini semua seperti berubah dan jadi tergantung. Bahkan ada yang rela kelupaan gak bawa dompet asal hp tetep ada. Bahkan si Rafi Ahmad rela kemana-mana bawa charger coz takut batrei hp drop.

Ceritanya selain provider Telkomsel (yg cuma satu2nya itu) di Tumbang Lahung juga sudah dibangun BTS Indosat. Tower keduanya ada di lokasi yang sama. Kemaren waktu sinyal gak ada tersiar kabar kalau ternyata ada sinyal di dekat BTS Indosat. Nah saya dan suami langsung bergegas naik ke atas setelah lebih dulu beli voucer perdana Im3. Sesampainya di tempat betapa kagetnya kami…ternyata yang telpon buannyaaak bangget. Bukan itu aja ternyata hp yg dipakai harus hp yg ‘biasa’ sebab sinyal yg cuma 2 garis itu gak bakalan mampir di hp bagus dan keren hihihih…

Yang seru lagi ternyata meski ada di dekat BTS kita berdua harus tetep jalan, muter2 nyari sinyal bergerak sedikit aja pasti tuh sinyal ilang lagi. Daaaaan…..klo ngomong musti di loudspeaker…!! Wah seruu…rame…berisik…gimana gak coba ayah saya aja sampe nanya kok berisik amat seh..? Hahahaha…yg lucu ada anak yang gak lulus sekolah dia ngomong kenceng buangget ” ulun kada lulus ma..!” (saya gak lulus Ma) saya bathin ealaah….gak lulus kok teriak2 ngomongnya?!%*£

Kalau inget lagi…segitunya cari cara buat kasih kabar ke keluarga di Jawa :)

Arti Sahabat

Hari ini saya mendapat kiriman sms dari seseorang. Teman..? Sahabat..? ehmmm….saya bingung menyebutkan status dia sebagai seorang teman atau sahabat bagi saya. Hubungan saya dengannya sebenarnya tidak begitu dekat tapi banyak moment dimana dia begitu berarti bagi saya dan suami.

Sms itu…? isinya kira-kira menjelaskan dengan detil arti seorang sahabat bagi dia. Sahabat yang ada tidak hanya saat senang tapi juga saat susah. Sahabat yang mengerti bagaimana harus bersikap. Hari ini adalah hari persahabatan sedunia, itu juga yang menjadi alasan baginya mengirimkan sms yang ‘dalam’ itu pada saya.

Saya sempet terdiam bahkan membacanya berulang kali. Entah mengapa kata-kata yang dituliskannya begitu berarti bagi saya. Memang begitulah seharusnya sahabat. Yang selalu ada mendekat disaat seluruh dunia menjauh. Yang mengerti disaat kita ingin dimengerti. Yang mendengar saat kita ingin didengar.

Sudah lama saya lost contact dengan beberapa orang yang cukup dekat dengan saya. Mereka yang menemani meski saya terdiam seribu basa. Mereka yang begitu menghargai semua keputusan saya. Mereka yang selalu ada untuk memberikan tawa ceria.

Untuk semua teman dan sahabat…Saya percaya meski kita terpisah jauh, meski tidak ada lagi sms atau telepon itu, meski kita sibuk dengan cita-cita. Percaya..bahwa kalian selalu ada di hati..! Tidak akan hilang dan terhapus oleh apapun.

I miss You All..!