Cemburu..Haruskah..??
Perasaan cemburu kalau menurut saya pada dasarnya adalah ungkapan rasa ‘tidak aman’ dalam diri kita yang di sebabkan adanya sinyal-sinyal ketidakberesan pasangan. Celakanya sering kita para wanita kurang rasional dalam hal ungkap mengungkapkan perasaan tersebut. Walau banyak juga yang mampu mengontrol emosi saat rasa cemburu itu muncul tapi saya yakin tidak sedikit juga yang masih meledak-ledak dalam mengutarakan kecemburuannya.
Saya sebagai manusia biasa yang apabila merasakan sesuatu yang tidak wajar pasa pasangan misalnya, pasti di liputi rasa cemas dan cemburu. Meski kadar cemburu itu tidak selalu sama jujur saja kadang saya tidak mampu mengelola perasaan itu dengan baik apalagi berpikir rasional yang ada malah emosinya dulu yang keluar. Tapi tidak jarang juga saya mampu menjaga ritme menenangkan hati dan pikiran saya agar apa yang saya sampaikan pada pasangan adalah perasaan cemburu yang wajar alias bukan cemburu buta yang gak jelas juntrungannya.
Bagaimana jika pasangan yang cemburu..?? menurut saya kenapa tidak bicara masalah perasaan tidak ada batasan gender bukan..?? apakah itu laki-laki atau Perempuan toh mereka manusia yang punya hati..! Apalagi kalau perasaan tidak suka itu di tunjukkan untuk ngingetin pasangannya akan sebuah komitmen pernikahan. Yang jadi masalah apabila kita tidak bisa mengutarakannya dengan jujur. Bukan tidak mungkin karena sikap kita yang ‘gak jelas’ itu malah bikin pasangan sebel dan ikut uring-uringan juga. Ujung-ujungnya masalah yang harusnya bisa di selesaikan dengan baik malah melebar kemana-mana.
Kita memang harus lebih sensitif dan mengerti perasaan orang lain. Karena apa yang kita lakukan misalnya saja hubungan teman yang di jalani dengan seorang teman lawan jenis tiba-tiba menjadi ‘masalah’ bagi pasangan kita karena perhatian yang kita dapat berlebihan untuk ukuran teman. Sadar diri dengan komitment dan status kita sebagai pasangan seseorang adalah mutlak. Karena bagi saya secara tidak langsung itu bisa menjadikan tameng pengingat bagi kita untuk bersikap kepada teman-teman lawan jenis. Misalnya saja kalau dulu masih sendiri cipika cipiki adalah hal yang biasa menjadi tidak biasa apabila pasangan kita datang dari luar lingkungan dan menganut kultur berbeda, yaaaa..sadar diri saja lah.
Yang jadi bahaya untuk kasus cemburu bagi saya apabila sudah mulai mengarah pada kikap posesif, tidak wajar lias berlebihan, apalagi kalau sampe membatasi kebebasan sebagai individu. Waaah…bisa sterss kalau punya pasangan kayak gitu…! Karna biasanya kalau orang posesif pasti berusaha habis-habisan mengkotak-kotakkan ruang gerak, gak percayaan, kontrol habis-habisan, dan bisa-bisa kreatifitas kita dalam hal aktulisasi diri juga di pasung. Gak mau kan cuma di simpen di rumah apalagi cuma jadi pajangan doank.
Yang penting lagi bagi saya rasa cemburu itu jangan cuma di tunjukan lewat sikap saja, bisa jadi pasangan kita gak ‘ngeh’, gak ngerti dan tidak bisa membaca sikap kita yang berubah itu. Jadi…cemburu juga harus di ucapkan tentunya dengan bahasa yang santun, wajar, dan tanpa esmosi. Meski di kepala kita sudah ada dua tanduk dan asap yang mengepul hahahaha…..!!

Recent Comments