Archive for December, 2007

Anak Pertama Kami Si Fadil..

Nama lengkapnya Muhammad Hanif Fadilah Hidayat. Saya dan Si Bapak langsung jatuh cinta sama dia. Bukan karena kami belum mempunyai keturunan kalau akhirnya di percaya untuk menjadi orang tua angkat buat Fadil. Semuanya karena kedekatan Fadil dengan saya dan Bapak yang sulit di pisah, kemana-mana pasti maunya sama saya atau Bapak.

Awalnya sih dari tanggapan teman Bapak di Puskesmas juga tetangga dekat rumah yang melihat kedekatan itu. Mereka sering menganjurkan untuk “kasih anak” pada kami berdua. Dan rupanya itu adalah salah satu adat di tempat kami tinggal.

Akhirnya tepat tanggal 16 Desember 2007 saya dan Bapak mengikuti “acara itu”. Prosesnya gak lama kok. Ada telur ayam kampung yang di taruh di atas beras, air bunga yang di campur tepung…., daun pandan, juga pisau. Kepala,kedua tangan dan kaki Fadil, Saya, dan Bapak di oleskan putih telur ayam kampung menggunakan pisau, air bunga dengan campuran tepung….juga di cipratkan di kepala, tangan dan kaki kami bertiga. yang melakukan proses itu Mamak Fadil (Bu Restu Hidayah) . Selanjutnya saya dan Bapak bergantian mengikuti cara yang sama kepada Fadil.

Semenjak saat itu kami resmi menyandang Ibu dan Bapak angkat buat Fadil.

Surat Untuk Teman Kecil ku….

Rencananya saya mau kuliah lagi di Jakarta, itu berarti bukan si Bapak aja yang ditinggal. Fadil dan anak2 yang biasa belajar di rumah juga. Saya cuma kasih surat buat anak-anak. Sebenernya malu ..abis kayak di sinetron aja surat-suratan. Nah ini surat saya buat mereka:

Tumbang Lahung, 14th december 2007 19.53 pm

Dear : My Lovely student

Hallo Ifit, Ida, Diah, Ayu,Anissa….This is my first or meybe the last letter for you all. (duh kok masih pake bahasa inggris Bu? Binggung Ya ? hehehe…). Ibu cuma bisa bilang thanks for all, terima kasih buat semuanya selama ini. Senang bisa ketemu dan berteman dengan semua, sayang ya gak bisa nemenin kalian belajar lagi :( . Seperti yang Ibu bilang “ Ibu harus pulang” karna ibu juga punya cita-cita, sama seperti kalian juga. Sedih rasanya harus pergi padahal ibu sudah mulai dekat sama semua, masih ingat kan klo kita pernah mancok bareng, trus belajar internet sama Bapak di rumah waktu hujan itu? :) .

Ibu kagum dengan semangat belajar kalian, Ibu berdoa semoga ada guru bahasa inggris yang bagus agar kalian semua pintar, cas cis cus ngomong inggrisnya biar bisa menggengam dunia!. Kenapa? karna di luar sana persaingan semakin ketat, dan bahasa inggris salah satu syarat mutlak untuk bisa jadi yang terbaik. Sukses dan berprestasi itu yang Ibu doa’kan pasti!. Jangan pantang menyerah dengan keadaan, klo ada yang mau di tanya bisa ke Om dokter atau sms Ibu. Tidak harus tentang bahasa inggris yang lain juga boleh kok. Oh ya.. terus belajar internet loh, wawasan kalian akan bertambah nanti, biar gak GAPTEK. Klo besok sekolah di kota besar apalagi kuliah di jawa trus gak tau internet rugi bangget, masak dah jamannya 3G gak tau internet?.

By The Way….Ibu juga banyak minta maaf kalau selama ini ada ucapan atau sikap ibu yang salah. Kapan-kapan kalau ibu kangen sama kalian dan Tumbang Lahung Ibu pasti datang tapi dengan catatan: selama Om dokter masih tugas disini. Ida yang selalu tanya “apa itu bu?”, Ifit yang selalu bilang “gak tau Te”, Ayu yang suka binggung klo Ibu minta baca, Anissa yang suka bangget jawab “gak usah belajar aja bu” klo Ibu tanya belajar apa gak?, Diah yang paling sering buka kamus klo Ibu tanya “ ayo apa artinya”. Gak mungkin semua itu Ibu lupa walau kita terpisah ribuan kilo, wah ibu jadi sedih deh ya :( . Waktu kalian baca surat ini Ibu dan Om dokter dalam perjalanan ke banjarmasin atau mungkin lagi terbang ninggalin kalimantan dan ada di atas pulau jawa. Tawa kalian selalu ada di hati Ibu. Jangan sedih ya…jangan nangis juga nanti jelek loh (wah Ibu GR neh! gak ada yang nagis kok! hehehe…). Yang pasti…… Ibu SAYANG kalian semua. Muaaaaach..

Terima Kasih Untuk Semua.
Love You All

Ibu…..

Akhirnya Connect Juga !

Si Bapak pulang dengan wajah sumigrah siang tadi. Usahanya ternyata selama ini gak sia- sia, padahal saya sempet sewot liat suami yang pantang menyerah. Dokter gigi-ku ini memang gak bisa bangget alpa sehari aja dari hubungannya dengan dunia maya, yaa..bisa dibilang juga udah mendarah daging! (serem banget!)

Saya dan Suami sebenarnya sadar dengan keterbatasan yang satu ini. Setelah tau kami akan ada didaerah yang mungkin jauh dari peradaban, kami sudah siap dengan segala konsekuensinya termasuk tidak ada listrik apalagi telpon. Tapi alhamdullillah di Tumbang Lahung sinyal Telkomsel dengan baik kami terima, (jelas saja wong towernya di bangun di bukit dekat rumah kami :) . Keadaan ini jauh lebih baik dibanding dengan beberapa dr/drg PTT teman bapak yang juga tugas di Murung Raya. Di antara mereka ada yang mendapat sinyal pagi saja, tidak ada sinyal sama sekali, bahkan ada juga yang harus ada di puskesmas kalau mau telpon/sms. Padahal masih di satu kabupaten tapi kok pake acara susah banget gitu ya?!

Balik dengan cerita Si Bapak…dengan cuma berbekal Handphone keluaran taun “jebot” Nokia 6610i yang bisa dibiang gak gaul lagi itu, plus jaringan GPRS-nya Telkomsel akhirnya suamiku bisa tersenyum penuh kemenangan! pokoknya ngalah-ngalahin orang yang dapet undian gitu deh. Alhasil mulai besok hari-hari-nya PASTI penuh dengan urusan Ngenet. Tapi….ada yang mulai menggelitik dalam hati, jangan- jangan saya rebutan browsing sama Si Bapak.. :)

Selamatan Pertama Kami..

Saya dan Suami pagi tadi akhirnya bisa selamatan rumah dinas baru yang sudah kami tempati 2 bulan terakhir. Sebenarnya rencana itu sudah dirancang sejak kita berdua “resmi” menjadi penghuni rumah mungil itu. Tapi namanya juga masih baru pindah rumah, rapi-rapi terus bawaannya apalagi ditambah acara jalan-jalan yang selalu ada di waktu senggang alhasil semuanya mundur, tapi gak papa toh?! yang penting acara itu tetap berjalan sesuai rencana (walau beda bulan dan hari). Tidak banyak yang kami undang, hanya tetangga kanan kiri, depan dan belakang yang memang petugas Puskesmas Permata Intan. Beberapa pemuka agama Tumbang Lahung pun hadir. Syukur Alhamdullillah semuanya datang, padahal kami sempat cemas dengan anjuran waktu yang diberikan teman-teman Bapak. Maklum saja selamatnnya jam tujuh pagi.

Lontong dengan sayur pepaya muda campur tempe lengkap dengan sambal goreng ayam kampung plus pudding cokelat jadi menu yang kami pilih, sebenernya seh semua saya yang rancang….. Biasalah si Bapak selalu menyerahkan urusan macam itu sama ibu2 :) syukur dalam hal masak memasak saya tidak kesulitan. Rasanya tidak seperti di ujung kalimantan tengah (pelososk maksudnya), padahal kalau saya ingat pertama kali datang, rasanya sulit sekali bisa mendapatkan pasokan sayur dan teman- temannya itu. Saya jadi ingat Bu Arlin yang pernah bilang dengan logat khasnya: “semua ada ja di sini bu, asal ada ja uangnya!”, harga barang di daerah kami tinggal memang cukup tinggi. Taulah semua jalur distribusi masih menggunakan kapal motor, Kalimantan gitu loh!.

Selamatan tadi tadi pagi simpel dan cukup singkat, padahal katanya ada tradisi yang membiasakan membaca doa khusus untuk pindah rumah yang bisa- bisa memakan waktu cukup panjang. Tapi Syukurlah bukan sesuatu yang dipatenkan, karena semuanya tergantung dari si empu yang punya rumah. Tidak ada berkat ataupun amlop yang harus kami sediakan (ternyata), lagi- lagi tradisi yang beda dengan Jawa.

Semoga saja rumah kami tidak hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan, tapi juga bisa memberikan barokah..Amin.

Little Bubble :)

Little Bubble…! nama itu diberikan Suamiku untuk theme yang dibuatnya tadi malam. Warna biru adalah warna pilihan saya, dan gambar ikan itu juga saya yang memilihnya. Oh ya..ikan itu namanya Bluefish (tetep..! gak jauh-jauh dari warna biru). Saya langsung jatuh cinta pada pandang pertama sama bluefish waktu liat Si Bapak buka-buka koleksi icon di laptop linux-nya. Walaupun banyak pilihan, saya tetap pilih si Bluefish untuk mejeng di blog ini. Keren kan ?? :)

Sudah lama saya ingin dibuatkan blog yang “saya bangget” apalagi klo original bikinan Suami tercinta hehehe….maklum saya belum bisa bikin theme sendiri. Selama ini blog saya selalu menggunakan theme bikinan orang lain yang didapat dari free theme yang memang banyak tersebar di internet. Dengan mengetikkan free WordPress theme di Google, maka banyak link yang muncul dan siap untuk di download.

Walapun sempet sedih karna harus menunggu untuk bisa upload Little Bubble (tidak ada jaringan internet di Tumbang Lahung), tidak membuat semangat saya untuk menulis turun, malah sebaliknya saya makin rajin saja menyambangi si bluefish dan teman-temannya itu. Ya..tentunya di laptop Suami saya yang sudah di instal webserver, mailserver, dnsserver, dan mysqlserver. Jadi saya masih tetap bisa menulis di blog layaknya menulis di internet dengan mode offline.

Terima Kasih Suamiku….